Kebanyakan para Bikers jika sedang membicarakan tipe atau jenis motor, pasti akan selalu membandingkan satu dengan yang lainnya, seperti masalah kecepatan, ketangguhan, harga, harga jual kembali dll. Kita terkadang selalu memprioritaskan kecepatan dalam memilih sepeda motor. Hmm… mungkin karena kebanyakan kita selalu melalui kemacetan di beberapa ruas jalan sehingga pastinya memakan waktu perjalanan kita, imbasnya kita ingin cepet sampai dengan memacu tunggangan kenang-kencang. Tetapi, apakah kita sudah memahami benar teknik-teknik dalam pengereman?? Maksudnya disini, bukan sekedar hanya bisa memacu tanpa bisa memperlambat tunggangan.
Pengereman adalah hal yang paling mutlak diketahui pengendara saat berkendara sepeda motor. Ironisnya masih banyak pengendara sepeda motor yang tidak tahu teknik pengereman yang benar
Sebenarnya ada dua tipe teknik pengereman yang dapat dilakukan, yaitu pengereman yang lazimnya kita gunakan kebanyakan dan Engine brake.
Engine brake sendiri, tidak dianjurkan walaupun begitu juga bisa membantu mengurangi laju kendaraan, akan tetapi yang bisa menghentikan laju kendaraan adalah rem. Apabila teknik pengereman sudah dikuasai dan terlatih untuk melakukannya, maka akan meningkatkan kepercayaan diri dan jarak pengereman bisa diperpendek
Pada sepeda motor kita mengenal rem depan dan rem belakang. Paling efektif untuk menghentikan laju kendaraan adalah rem depan, untuk rem belakang hanya digunakan sebagai penyeimbang. Namun begitu, jangan memaksakan diri untuk mengaplikasikan rem depan sekuat-kuatnya. Resiko terjungkal berpotensi terjadi apabila “feeling” dalam meremas tuas rem depan dengan optimal belum dikuasai
Pada saat kita putuskan untuk mengerem, hal pertama yang harus kita lakukan adalah melepaskan putaran gas (deselerasi). Posisi tangan saat ini adalah menggenggam penuh grip gas (tidak ada jari yang standby pada tuas rem depan). Kemudian langkah berikutnya adalah tangan menarik tuas rem depan dengan cara diremas (seperti bersalaman) dan pada saat yang bersamaan kaki kanan memijak rem belakang sebagai penyeimbang. Pastikan posisi sepeda motor tegak (tidak miring) sehingga resiko tergelincir/terpeleset tidak terjadi. Dalam melakukan teknik pengereman, bukan semata-mata fokus pada bagaimana menarik tuas rem, tapi perlu juga diperhatikan posisi tubuh kita pada saat melakukan pengereman.
Posisi tubuh atau lebih bekennya disebut Riding posture berfungsi menjaga keseimbangan dan kenyamanan dalam berkendara. Dengan Riding Posture yang benar membuat pengereman sepeda motor ngepot dapat dihindari, begitu juga saat melakukan manuver atau berbelok
Jari tangan memegang bagian tengah dari grip, dengan demikian akan memudahkan pengendara mengoperasikan handel gas, rem, kopling, sakelar dan switch lainnya
Pijakan rem dan perseneling harus tegak lurus dengan kaki. Ini untuk antisipasi, ketika terjadi pengereman mendadak. Dengan begitu pengendara bisa langsung injak tuas.
Hal lainnya perlu juga diperhatikan adalah kondisi ban. Jika ban sudah tidak layak dipakai karena aus, maka jarak pengereman dipermukaan jalan basah akan lebih panjang dan juga terdapat resiko hydroplaning. Ini tentu sangat membahayakan keselamatan Anda. Karena itu, periksalah tingkat keausan ban kendaraan Anda. Pada dasarnya setiap ban sudah dilengkapi dengan indikator tingkat keausan. Jadi jangan pernah menggunakan ban bila tanda indikator tadi sudah terlihat. Air hujan membentuk lapisan antara ban dan permukaan jalan dan mengangkat ban dari permukaan jalan, sehingga pengendalian dan pengereman tidak efektif karena ban seolah melayang antara permukaan air dan permukaan jalan.
Senin, 22 Agustus 2011
Jumat, 19 Agustus 2011
AQUAPLANING & HYDROPLANING
Aquaplaning atau hydroplaning adalah peristiwa pemantulan (lontaran) pesawat terbang ke atas dari permukaan landasan karena pesawat mendarat pada landasan yang becek atau basah dan menyebabkan sistem pengereman pesawat tidak bekerja sempurna. Peristiwa ini sangat berbahaya ketika pesawat mendarat dengan kecepatan 200km/jam. Kondisi pesawat dapat diibaratkan seperti batu pipih yang dilontarkan secara mendatar pada permukaan air sehingga batu terlontar beberapa kali pada permukaan.
(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
Aquaplaning (Istilah yang umumnya digunakan di negara Eropa dan Asia) atau disebut juga dengan Hydroplaning di Amerika, pada kendaraan bermotor adalah fenomena dimana roda-roda kendaraan melayang diatas permukaan lapisan air. Hal ini dapat terjadi biasanya ketika pada musim penghujan. Air hujan membentuk lapisan antara ban dan permukaan jalan, mengangkat ban dari permukaan jalan, sehingga pengendalian dan pengereman tidak efektif karena ban seolah melayang antara permukaan air dan permukaan jalan.
Gejala aquaplaning :
Ada 2 tanda-tanda anda sedang mengalami aquaplaning, yaitu bagian belakang kendaraan bergoyang kekiri atau kekanan dan kedua roda kemudi tiba-tiba terasa enteng yang kemudian dikuti bagian muka kendaraan mengarah arah lain. Jika itu sudah terjadi, ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi, diantarnya :
• Pengemudi akan hilang kendali terhadap kendaraannya, lintasan kendaraan akan melebar atau mungkin bahkan terjungkal.
• Stopping distance pada saat pengereman akan semakin panjang.
Faktor Penyebab :
• Type Alur ban (kembang ban) dan ketebalan ban (tire tread depth)
Sejalan berkurangnya ketebalan ban dan alurnya, maka kemampuan ban untuk resist/menyikapi aquaplaning menjadi berkurang. Alur yang rapat pada permukaan ban akan membuat terhambatnya pemecahan air, traksi (tarikan) permukaan ban akan segera hilang ketika kendaraan melintasi permukaan air,
•Ukuran & Bentuk ban akan mempengaruhi exposure dari aquaplaning. Semakin lebar permukaan ban dengan grip/alur yang rapat akan membuat semakin cepat terjadinya aquaplaning,
• Tekanan angin.
Angin yang berlebih membuat traksi roda akan berkurang,
• Ketinggian permukaan air.
Semakin tinggi permukaan air maka semakin mempercepat berkurangnya traksi roda walaupun pada kecepatan pelan. Ketinggian air yang tipis pada kecepatan diatas 60Km/jam membuat kendaraan mengalamin aquplaning,
• Permukaan jalan
Aspal akan mudah membuat aquaplaning dibandingkan dengan permukaan beton seperti di jalan tol.
• Bobot kendaraan.
Semakin ringan kendaraan akan semakin mudah terjadinya aquaplaning.
Pada saat mengemudi di dalam hujan, ada beberapa hal yang sebaiknya harus dipahami oleh seorang pengemudi.
• Jarak pandang akan berkurang.
• Traksi roda berkurang dan ini akan mempengaruhi kualitas kendali, khususnya pada saat pengereman dan menikung. Hal ini juga dapat menyebabkan jarak pengereman akan semakin panjang.
• Aquaplaning.
(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
Aquaplaning (Istilah yang umumnya digunakan di negara Eropa dan Asia) atau disebut juga dengan Hydroplaning di Amerika, pada kendaraan bermotor adalah fenomena dimana roda-roda kendaraan melayang diatas permukaan lapisan air. Hal ini dapat terjadi biasanya ketika pada musim penghujan. Air hujan membentuk lapisan antara ban dan permukaan jalan, mengangkat ban dari permukaan jalan, sehingga pengendalian dan pengereman tidak efektif karena ban seolah melayang antara permukaan air dan permukaan jalan.
Gejala aquaplaning :
Ada 2 tanda-tanda anda sedang mengalami aquaplaning, yaitu bagian belakang kendaraan bergoyang kekiri atau kekanan dan kedua roda kemudi tiba-tiba terasa enteng yang kemudian dikuti bagian muka kendaraan mengarah arah lain. Jika itu sudah terjadi, ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi, diantarnya :
• Pengemudi akan hilang kendali terhadap kendaraannya, lintasan kendaraan akan melebar atau mungkin bahkan terjungkal.
• Stopping distance pada saat pengereman akan semakin panjang.
Faktor Penyebab :
• Type Alur ban (kembang ban) dan ketebalan ban (tire tread depth)
Sejalan berkurangnya ketebalan ban dan alurnya, maka kemampuan ban untuk resist/menyikapi aquaplaning menjadi berkurang. Alur yang rapat pada permukaan ban akan membuat terhambatnya pemecahan air, traksi (tarikan) permukaan ban akan segera hilang ketika kendaraan melintasi permukaan air,
•Ukuran & Bentuk ban akan mempengaruhi exposure dari aquaplaning. Semakin lebar permukaan ban dengan grip/alur yang rapat akan membuat semakin cepat terjadinya aquaplaning,
• Tekanan angin.
Angin yang berlebih membuat traksi roda akan berkurang,
• Ketinggian permukaan air.
Semakin tinggi permukaan air maka semakin mempercepat berkurangnya traksi roda walaupun pada kecepatan pelan. Ketinggian air yang tipis pada kecepatan diatas 60Km/jam membuat kendaraan mengalamin aquplaning,
• Permukaan jalan
Aspal akan mudah membuat aquaplaning dibandingkan dengan permukaan beton seperti di jalan tol.
• Bobot kendaraan.
Semakin ringan kendaraan akan semakin mudah terjadinya aquaplaning.
Pada saat mengemudi di dalam hujan, ada beberapa hal yang sebaiknya harus dipahami oleh seorang pengemudi.
• Jarak pandang akan berkurang.
• Traksi roda berkurang dan ini akan mempengaruhi kualitas kendali, khususnya pada saat pengereman dan menikung. Hal ini juga dapat menyebabkan jarak pengereman akan semakin panjang.
• Aquaplaning.
Kamis, 18 Agustus 2011
TETAP FRESH BERKENDARA SELAMA RAMADHAN
Selamat Datang Ramadhan..! Puasa telah dimulai bersamaan dengan dimulainya hari pertama kerja di minggu ini. Mungkin ada sebagian dari Bikers yang agak sedikit merasa kantuk karena baru pertama bangun sahur dini hari tadi. Maklum, hari pertama puasa…
Walau puasa kita dituntut harus tetap professional dalam bekerja, berstamina untuk melakukan aktivitas kerja. Bagi Bikers terus beraktifitas selama berpuasa, harus menjaga kondisi tubuh agar tetap Fit agar segala urusan tidak berantakan. Ada beberapa kiat-kiat khusus untuk tetap Fit selama berpuasa. Langsung aja...
1. Sahur dengan menu bernutrisi
Santap sahur pada dasarnya merupakan pengganti sarapan. Karena itu jangan dilewatkan, apalagi tidak ada makanan dan cairan yang masuk kedalam tubuh sepanjang hari. Oleh karena itu menu sahur harus memiliki nutrisi juga cairan yang cukup. Menu bernutrisi bisa berupa sumber karbohidrat (nasi, kentang atau mi) dengan tambahan protein nabati (tempe, tahu, kacang-kacangan), protein hewani (daging, unggas, ikan) serta sayuran dan buah-buahan segar. Jangan lupa karena sahur dilakukan dini hari, sebaiknya makan dengan makanan dan minnuman yang hangat dan segar termasuk perbanyak minum air putih.
2. Akhirkan sahur & segerakan berbuka
Artinya mengerjakan makan sahur beberapa saat (sekitar 10 menit sampai seperempat jam) sebelum adzan Subuh dikumandangkan dan sesegera mungkin membatalkan puasa jika adzan Maghrib telah berkumandang. Hal itu sesuai dengan hadist nabi. Logikanya, puasa kita tidak berlangsung begitu lama.
3. Pilih pakaian yang sesuai
Pilihlah untuk memakai jaket yang sedikit lebih tipis dari biasanya. Hindari menggunakan pakaian atau jaket warna hitam karena mudah menyerap panas, termasuk pada sarung tangan dari kulit yang berwarna hitam. Sebaliknya warna pakaian yang berwarna cerah dapat membuang panas lebih cepat dari pakaian yang berwarna lebih gelap.
4. Periksa Kondisi Motor
Pastikan selalu kondisi motor dalam keadaan yang prima. Gak mau ‘kan tunggangan mogok ditengah jalan ketika matahari sudah diatas kepala kita?? Kalau hal itu terjadi, bisa batal puasa deh karena kehausan…
5. Sabar
Bersabarlah dalam berkendara. Jika disalip, dikejutkan oleh manuver dan sebagainya oleh para “Raja Jalanan” yang setiap hari menjadikan jalanan sebagai sirkuit pribadinya, sikapi dengan bijak dengan selalu tetap menerapkan safety riding. Termasuk perilaku “liar” sopir angkot yang kerap banting setir langsung ke arah kiri untuk mengambil penumpang. Pahami, karena mereka bekerja penuh tekanan karena tingginya sewa mobil angkot.
6. Atur kembali rute perjalanan
Selama Ramadhan, akan terjadi pergeseran jam macet. Hal ini disebabkan karena beberapa perkantoran biasanya mempercepat waktu pulang karyawannya. Artinya jam macet akan terjadi lebh awal dari biasanya. Tidak ada salahnya untuk mengatur kembali rute perjalanan agar tidak terjebak ditengah “lautan kendaraan”.
7. Berbuka dengan yang manis & hangat
Usahakan untuk berbuka puasa dengan pertama kali meminum minuman yang hangat & manis. Minuman yang dingin akan mengejutkan alat pencernaan.
Selamat menjalankan ibadah puasa. Selamat menjalankan ibadah puasa yang sehat.
Langganan:
Postingan (Atom)
